Aktivitas anti mainstream di Bali: Membuat batik tradisional - Vizitrip Blog
1801
post-template-default,single,single-post,postid-1801,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-title-hidden,qode_grid_1300,footer_responsive_adv,qode-content-sidebar-responsive,qode-theme-ver-13.5,qode-theme-bridge,wpb-js-composer js-comp-ver-5.4.5,vc_responsive
indigo dyeing bali

Aktivitas anti mainstream di Bali: Membuat batik tradisional

Kalau kita bicara soal Bali, tentunya banyak banget destinasi berikut aktivitasnya yang bikin jatuh hati. Selain mengunjungi pantai, masih banyak banget aktivitas di Bali yang pasti belum pernah kamu coba, seperti beberapa aktivitas seni berikut ini! Selain kamu bisa dapet pengalaman baru, kamu bisa dapet inspirasi dari kesenian lokal.

Bali nggak hanya melulu soal resort di pinggir pantai, surfing di Pantai Padang – Padang atau kafe – kafe instagenik di Ubud. Yuk matikan ponsel cerdas kamu untuk sejenak dan mulai belajar mengenal budaya lokal! Kali ini Viziteam akan berbagi mengenai aktivitas apa saja yang bisa kamu coba di Seminyak. Yuk simak!

Batik

Untuk mengenal karya seni lokal kemudian belajar membuatnya, kamu bisa mengikuti kelas – kelas seperti kelas memasak, membuat keramik dan kelas batik tulis. Beberapa diantaranya ada Gaya Ceramics dan Threads of Life. Nah, nggak hanya membuka kelas membuat batik & tenun dengan teknik tradisional, tapi Threads of Life juga turut andil dalam pemerataan pekerjaan bagi wanita.  Dikutip dari Threads of Life, bisnis ini bekerja dengan lebih dari 1.000 wanita di 11 pulau di seluruh Indonesia, membantu penenun untuk membentuk koperasi independen dengan memulihkan keterampilan leluhur, mengelola sumber daya secara berkelanjutan dan untuk mengekspresikan identitas budaya sambil membangun stabilitas keuangan penenun lokal.

threads of life

via pinterest

Teknik tradisional Bali Indigo Dyeing yang unik dengan warna biru cerah ini nggak hanya ada di Indonesia lho Vizitors, ada banyak banget budaya tradisional yang juga menggunakan warna biru ini. Berikut cara membuat batik tradisional ala Threads of Life:

  1. Panen

Langkah pertama adalah panen tanaman Indigofera Tinctoria dan Suffruticosa sebagai pewarna alami. Kamu bisa memetik daun maupun akar, tapi tentunya lebih baik daun agar lebih ramah lingkungan.

  1. Fermentasi

Langkah kedua, rendam daun tersebut dalam air untuk proses fermentasi agar warnanya muncul. Kemudian setelah direndam, daun dikeluarkan dari rendaman. Nah, endapan inilah yang kemudian dikeringkan lalu digunakan sebagai pewarna kain.

  1. Pembuatan pewarna

Untuk membuat pewarna, endapan tersebut harus dicampur ke dalam tong besar air dan soda abu yang kemudian memicu munculnya bakteri yang menciptakan reaksi pewarna. Proses ini bisa memakan waktu hingga seminggu lho Vizitors!

  1. Proses pewarnaan kain

Proses pewarnaan kain membutuhkan waktu setidaknya satu minggu, mulai dari pencelupan sampai pengeringan. Kain dicelupkan ke dalam tong dan direndam selama beberapa menit. Saat warnanya menempel di kain, warna kain akan menjadi hijau terang dan kemudian perlahan-lahan menjadi biru Indigo. Proses ini diulang beberap kali tergantung pada seberapa tebal warna biru yang diinginkan.

indigo dyeing bali

Kamu tertarik untuk ikut kelasnya?

No Comments

Post A Comment