Cari aktivitas unik untuk liburan Imlek? Yuk jelajahi kelenteng yang instagenik berikut ini! - Vizitrip Blog
581
post-template-default,single,single-post,postid-581,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-title-hidden,qode_grid_1300,footer_responsive_adv,qode-content-sidebar-responsive,qode-theme-ver-13.5,qode-theme-bridge,wpb-js-composer js-comp-ver-5.4.5,vc_responsive
Wat Arun

Cari aktivitas unik untuk liburan Imlek? Yuk jelajahi kelenteng yang instagenik berikut ini!

Selain merayakan imlek di rumah bersama keluarga, yuk kunjungi destinasi terbaik untuk merayakan Imlek berikut, Vizitors! Tentunya perayaan imlek berbeda – beda di tiap daerah yang lengkap dengan dekorasi ornamen merah seperti lampion, lagu – lagu Tionghoa hingga jajanan yang tambah memeriahkan suasana Imlek. Kali ini, Viziteam akan membagikan aktivitas di Bangkok, Semarang, Pulau Bintan dan Yogyakarta.

Bangkok

Mengagumi indahnya Laser buddha

Salah satu keunikan yang dimiliki Thailand adalah banyaknya kuil yang tersebar di setiap sudut kota. Salah satu destinasi yang ikonik di Pattaya adalah Laser Buddha, sebuah ukiran emas berbentuk Buddha yang ada di gunung setinggi 130m.  Ukiran ini dsebut sebagai Phra Phuttha Maha Wachira Uttamopat Satsada yang dibangun pada tahun 1996 sebagai bentuk perayaan bagi Raja Bhumibol Adulyadej yang telah menduduki tahta selama 50 tahun. Ukiran ini merupakan gambar Buddha terbesar di dunia lho Vizitors. Proses pembuatannya yang membutuhkan waktu berbulan – bulan ini diawali dengan mengukir batu menggunakan laser dan palu yang kemudian dilanjutkan dengan mengisi ukiran tersbeut dengan daun emas. Di sekitarnya, kamu dapat mengunjungi taman dengan paviliun terbuka dan kolam yang dihiasi dengan bunga teratai.

Laser Buddha

Menikmati lanskap urban di kanal sungai Chao Praya

Sungai yang juga disebut sebagai Me Nam Chao Praya ini merupakan membelah Bangkok menjadi dua area. Kanal yang dimiliki Bangkok ini merupakan jalur arteri yang sangat penting yang terbentuk dari 4 sungai yaitu Ping, Wang, Yom dan Nan. Nah, salah satu cara untuk menikmati suasana Thailand dengan menghindari padatnya jalanan, yaitu dengan naik kapal di sungai Chao Praya. Selama perjalanan di atas kapal, kamu akan menikmati pemandangan tepi sungai seperti kuil – kuil,  pasar tradisional, restoran hingga gedung – gedung tinggi. Di tepi sungai, terdapat beberapa destinasi selain kuil yang harus kamu kunjungi, diantaranya Pasar Khlong San, Museum Nasional Royal Barges, The Temple of komplek 1000 patung Buddha di Reclining Buddha: Wat Pho, Wat Arun dan The Grand Palace.

sungai Chao Praya

Mengunjungi Temple of the Dawn: Wat Arun

Kuil kuno ini yang dibangun pada era Ayutthaya ini memiliki beberapa ikon yaitu pagoda yang dihiasi dengan porselen dan kaca dengan berbagai warna, stupa Buddha dan aula pemujaan. Letaknya yang berada di kanal sungai Chao Praya mebuat kuil ini memiliki arsitektur yang berbeda dengan kuil – kuil lainnya. Waktu terbaik untuk mengunjungi kuil ini adalah saat matahari tenggelam, kamu dapat menikmati keindahan Wat Arun dengan latar belakang langit sore yang berwarna oranye kemerahan. Uniknya, kamu bisa naik ke menara dengan tinggi 70m ini  jika kamu ingin melihat lanskap sekitar sungai Chao Praya dengan angle eye bird.

Wat Arun

Keliling di China town

Pecinan ini terletak di Yaowaraj, disana kamu dapat melihat meriahnya perayaan Imlek. Di sepanjang jalan berjajar barongsai, kembang api dan dekorasi bernuansa merah lainnya seperti lampion dan kaligrafi mandarin. Kamu dapat mengunjungi restoran – restoran chinese food yang menawarkan berbagai diskon & promo menyambut Imlek. Pertokoan ini menjual berbagai jenis kerajinan tangan khas Thailand, makanan tradisional dan bangunan bersejarah. Uniknya, terdapat beberapa tradisi yang ada pada kuil – kuil di Thailand, salah satunya adalah Chinese Fortune Sticks. Tradisi yang disebut dengan siem-see ini adalah dimana kamu akan menggoyangkan bambu sebelum mengucapkan permintaan.

BLOG BUTTON 2

Semarang

Klenteng Sam Poo Kong

Di kota Semarang, terdapat kuil – kuil yang mengandung banyak nilai sejarah, salah satunya adalah Klenteng Sam Poo Kong. Klenteng yang juga disebut sebagai Gedung Batu ini merupakan bangunan tertua di Semarang dengan luas 3.2 hektar. Klenteng dengan 4 kuil ini merupakan tempat tinggal seorang jenderal berkebangsaan Cina yang menganut agama Islam, laksamana Zheng He yang pada waktu itu berlayar di Jawa. Keunikan klenteng ini terletak selain pada gaya arsitektur bangunan yang kental dengan nuansa Cina yang berwarna merah dan juga Jawa, juga terdapat tempat peribadatan bagi umat muslim, Buddha dan Taoisme. Beberapa ikon di klenteng ini adalah goa batu yang konon menjadi tempat pendaratan laksamana yang juga didalamnya terdapat mata air yang dipercaya tidak akan kering, lalu ada Klenteng Thao Tee Kong yang digunakan sebagai tempat pemujaan bagi dewa bumi yang menguasai tanah, bangunan tempat jangkar kapal laksamana dan penyimpanan senjata. Nah, untuk merayakan Imlek, biasanya terdapat pertunjukan yang digelar di klenteng ini. Selain itu, terdapat festival peringatan menyambut kedatangan laksamana pada bulan Juli hingga Agustus.

Klenteng Sam Poo Kong

Klenteng Sam Poo Kong

Mengunjungi pagoda tertinggi di Indonesia, Pagoda Watugong

Pagoda yang dibangun pada tahun 1955 ini memiliki ketinggian hingga 45m dan terdiri dari lantai dengan 7 tingkat. Terdapat dua bangunan yaitu Pagoda Avalokitesvara dan Vihara Dhammasala yang menjadi tempat peribadatan hingga sekarang. Vihara ini merupakan vihara pertama di Indonesia lho Vizitors. Pagoda ini dibangun sebagai bentuk penghormatan bagi dewi kasih sayang yaitu dewi Kwan Im dan juga tempat peribadatan hingga sekarang.

Pagoda Watugong

Mengunjungi klenteng terbesari di Semarang, Klenteng Tay Kak Sie

Klenteng ini memiliki gaya arsitektur Tionghoa yang sangat kental, dapat dilihat dari ornamen, hiasan dan warna yang bernuansa merah, putih dan emas. Klenteng ini merupakan tempat dimana laksamana melempar jangkar untuk pertama kalinya.

Klenteng Tay Kak Sie

via dreamstime

BLOG BUTTON 2

Bintan

Mengagumi keindahan 500 patung biksu di Vihara Ksitigarbha

Selain indahnya pantai – pantai tersembunyi, Bintan memiliki kuil yang ikonik. Terdapat beberapa biara yang dibangun diperuntukkan bagi Ksitigarbha Bodhisattva. Setelah melewati gapura Jenderal Heng dan jenderal Ha, kamu akan melihat paviliun Buddha bernuansa Thailand dan dan Tibet. Ikon destinasi ini adalah taman dengan 500 patung biksu yang dilengkapi dengan nama mereka masing – masing.

Vihara Ksitigarbha

Mengunjungi desa kaum Tiongkok, desa Senggarang

Desa ini merupakan pemukiman pertama kaum Tiongkok, tak heran, kamu akan menemukan banyak kuil  dan rumah khas Tionghoa yang berada di bibir pantai. Kampung Pecinan disini pun juga menjadi salah satu keunikan yang menonjol. Beberapa kuil diantaranya adalah kuil yang berusia 300 tahun Sun Te Kong, Marco, Tay Ti Kong dan Banyan Tree. Tiap – tiap kuil ini tentunya dibangun sebagai persembahan dewa yang berbeda – beda.

desa Senggarang

via djankifils

BLOG BUTTON 2

Yogyakarta

Menyaksikan matahari terbit di candi Borobudur

Candi yang terletak di Magelang provinsi Jawa Tengah ini menyajikan pemandangan matahari terbit yang memukau. Diklaim memiliki spot terbaik untuk melihat matahari terbit di Jawa Tengah, candi Borobudur  menyajikan matahari terbit dengan ornamen stupa. Dengan latar belakakang pepohonan yang berkabut, gunung Merapi dan gunung Merbabu, tentunya pemandangan ini tidak akan kamu dapatkan dimanapun.

Sunrise di stupa BorobudurBLOG BUTTON 2

Tags:
No Comments

Post A Comment