Desa warna - warni di Itali: Cinque Terre - Vizitrip Blog
1872
post-template-default,single,single-post,postid-1872,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-title-hidden,qode_grid_1300,footer_responsive_adv,qode-content-sidebar-responsive,qode-theme-ver-13.5,qode-theme-bridge,wpb-js-composer js-comp-ver-5.4.5,vc_responsive
Corniglia village

Desa warna – warni di Itali: Cinque Terre

Vizitors udah pernah lihat view ini sebelumnya? Rumah warna – warni ini berada di pantai Riviera di Itali nih Vizitors. Cinque Terre adalah kawasan yang terdiri dari dari lima desa di sepanjang pantai Riviera Italia. Kawasan yang merupakan taman nasional yang dilindungi ini merupakan situs Warisan Dunia UNESCO. Maka dari itu, sebagian besar lalu lintas kendaraan dibatasi di dalam desa. Sedikit berbeda dari destinasi – destinasi wisata lainnya yang penuh dengan situs bersejarah, Cinque Terre menyajikan keindahan desa kuno Itali. Little did you know, hingga tahun 1960-an, lima kota di tebing Riviera di Levante ini, antara La Spezia dan Levanto di Teluk La Spezia, hampir nggak dikenal oleh para turis karena sulit dijangkau, kecuali dengan perahu. Dengan mengunjungi desa ini, kamu akan kembali ke Itali di masa lalu! Desa apa saja yang ada disini? Simak kompilasi aktivitas di 5 desa Itali!

  • Monterosso

Desa paling utara ini disebut dengan Monterosso al Mare. Disini ada banyak jalan, nggak seperti desa – desa lainnya yang hanya memiliki satu jalan utama Monterosso adalah campuran dari kota kuno dan kota modern dengan kawasan perhotelan. Kawasan yang paling dikunjungi ini paling seneng dikunjungi wisatawan ini karena letaknya yang berada di tepi pantai. Beberapa aktivitas yang bisa kamu lakukan diantaranya mengunjungi situs – situs bersejarah seperti Loggia del Podestà yang dibangun pada abad ke-14, gereja paroki San Giovanni Battista dan gereja Madonna di Soviore.

Monterosso village

via italy magazine

  • Vernazza

Desa ini memiliki keindahan alam yang harus banget kamu abadikan dengan lensa kameramu. Kamu bisa menikmati suasana dengan minum kopi di café, hiking dengan trek yang mudah untuk mendapatkan view terbaik, hingga bersantai dengan menikmati keindahan danau Como dan pantai. Walaupun desa ini cukup ramai, kamu juga bisa menemukan kastil dengan sisa-sisa tembok tua. Highlight dari Vernazza adalah rumah-rumah warna-warni di sepanjang jalan utama yang curam dan sempit. Di bawahnya ada pantai dengan perahu-perahu kecil yang cantik.

Monterosso

via itinari

  • Corniglia

Desa ini diklaim sebagai desa yang paling tenang & kecil  lho Vizitors. Kamu bisa menikmati kopi di kedai kecil. Corniglia dibangun jauh di atas di tebing. Satu-satunya desa yang nggak punya pelabuhan,pengunjung yang tiba dengan kereta api harus mendaki bukannya turun ke desa. Salah satu spot bersejarah ada gereja San Pietro dengan gaya Gothic lokal yang dibangun pada awal 1300-an.

Corniglia village

via Life in Riviera

  • Manarola

Di desa ini, kamu bosa mendapatkan pemandangan sunset terindah! Kamu bisa menikmati indahnya pantai sambil meminum wine. Highlight dari desa Manarola adalah pelabuhan kecil dimana kamu bisa berenang. Kebanyakan foto-foto Cinque Terre diambil disini. Kamu bisa mengunjungi gereja Gothic 1338 dari Natività di Maria Vergine. Selain itu, selama bulan Desember dan Januari, kamu bisa melihat indahnya lebih dari 10.000 menerangi lereng bukit di sekitarnya sebagai perayaan Natal terbesar di Italia.

sunset in Manarola Village

via lasrias

  • Riomaggiore

Cara terbaik untuk menikmati desa yang terletak di bagian paling selatan ini adalah dengan kayak dan mencari sudut lain untuk menikmatinya. Di sini kamu bisa menikmati indahnya pantai, kastil kuno dan banyak banget restoran. Kamu juga bisa mengunjungi gereja abad ke-14 San Giovanni & menikmati indahnya pemandangan seluruh Cinque Terred di Sanctuary of Madonna di Montenero.

Riomaggiore Village

via visitonsflorence

How to get there

Untuk menuju Cinque Terre, kamu bisa naik  kereta api dari Pisa selama 3 jam dan Genova selama  1 jam. Sedangkan untuk berpergian dari satu desa ke desa lainnya , kamu hanya membutuhkan 20 – 30 menit dengan kereta api. Tapi, ada juga jalan setapak yang menghubungkan satu desa dengan desa lainnya.

Manarola train station

via reizen-italie

What to do

  • Menginap di hotel

Kawasan terbaik untuk stay ada di Monterosso karena banyak banget pilihan hotel, apartemen dan B & B. Kamu bisa menginap di apartemen dengan harga 60 – 200 euro lho Vizitors!

 Monterosso al Mare

Monterosso al Mare via airbnb

  • Menikmati  segelas anggur lokal

Awali petualanganmu dengan menikmati segelas anggur lokal di Pie ’de Ma’ di Riomaggiore yang terletak di dekat tangga di stasiun kereta. Cicipi sciacchetrà, anggur yang terbuat dari anggur kering dari sisi bukit di sekelilingmu!

Pie ’de Ma’

via pinterest

  • Menikmati sunset di pelabuhan

Masih di Riomaggiore, kamu nggak boleh melewatkan indahnya sunset di pelabuhan! Lalu, naiki tangga batu yang lebar di belakang bar ke kastil Riomaggiore, nikmati pemandangan indah dari sana. Kemudian, nikmati dinner di Ripa del Sole!

  • Berenang di pantai

Kamu bisa berenang di pantai Riomaggiore yang berbatu dan tidak berpasir, atau kamu juga bisa berenang di desa Manarola. Disitu kamu bisa melompat dari tebing, atau hanya berenang. Kamu bisa makan malam di restoran Da Billy yang berada di atas bukit.

swimming in manarola village

via Flickr

  • Mendaki di jalur pendakian Cinque Terre

Cinque Terre terkenal dengan jalur pendakiannya, ada yang berbayar ada juga yang gratis. Salah satu jalur pendakian adalah dari Riomaggiore to Portovenere yang gratis namun memakan waktu cukup lama dan dari Monterosso ke Levanto yang gratis. Untuk pendakian yang berbayar ada jalur dari  Monterosso to Vernazza yang cukup mudah dan Vernazza ke Corniglia. Kamu nggak perlu jadi pendaki handal kok Vizitors untuk menikmati jalur pendakian ini.

hiking in cinque terre

via izgov

  • Mencicipi sajian lokal

Nggak lengkap nih rasanya kalau kamu nggak nyoba snack lokal. Beberapa diantaranya ada Focaccia & Farinata. Hmm~

ice cream cinque terre

via thecommonwanderer

farinata

via Karlijn’s Kitchen

No Comments

Post A Comment