Kampung biru instagenik ala Moroko di Malang - Vizitrip Blog
1879
post-template-default,single,single-post,postid-1879,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-title-hidden,qode_grid_1300,footer_responsive_adv,qode-content-sidebar-responsive,qode-theme-ver-13.5,qode-theme-bridge,wpb-js-composer js-comp-ver-5.4.5,vc_responsive
kampung biru arema malang

Kampung biru instagenik ala Moroko di Malang

Bukan di Moroko, ini di Malang! Siapa bilang kamu harus jauh – jauh ke Chefchaouen untuk mengunjungi kampung biru? Daripada jauh – jauh, ada opsi lain yang kamu bisa kunjungi  yaitu Kampung Biru Arema di Malang. Malang emang terkenal dengan kampung – kampung tematik di bantaran Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas yang unik banget. Selain karena warnanya yang warna – warni, masyarakat di kampung – kampung yang sebelumnya kumuh ini tentunya memperbaiki pola hidup masyarakat sekitar. Kamu harus banget nih mengunjungi kampung – kampung tematik yang udah jadi landmark ikoniknya kota Malang ini!

kampung biru malanghiasan dinding kba

Kalau kamu naik kereta, pasti ngelewatin kawasan yang penuh dengan rumah warna warni ini. Ada yang warna – warni seperti pelangi, ada yang berwarna biru seperti Chefchaouen di Moroko. Tapi, kok bisa ya kampung ini berwarna biru? Yuk simak ceritanya berikut ini!

Desa Biru ini terletak di Kidul Dalem, Klojen, tepatnya diantara jembatan di atas Sungai Brantas. Usut punya usut, warna biru di desa ini mewakili warna biru klub sepak bola Malang, Arema. Nah, proses pengecatan ini memang ditujukan untuk mendorong pembangunan & sektor ekonomi di Malang. Yang paling penting nih vizitors, pengembangan wilayah ini tuh berdampak positif banget lho terhadap masyarakat di Kidul Dalem. Tentunya masyarakat di Kiduldalem jadi semakin kreatif nih. Kamu bisa melihat ikon Arema yang dilukis di tembok, yaitu singa.

Selain itu, ada juga pot – pot kecil warna – warni yang digantung di dinding – dinding yang berwarna biru. Mirip – mirip ya sama Chefchaouen.Tahukah kamu jumlah cat yang digunakan untuk menyulap kampung yang dihuni sebanyak 282 kepala keluarga ini? 15 ton! Kawasan dengan 500 bangunan di lingkungan RW 04 dan RW 05 Kelurahan Kidul Dalem ini merupakan hasil dari dana tanggung jawab sosial perusahaan Indana Paint sebesar 1.5 miliar. Walaupun begitu, terwujudnya kampung ini merupakan kerjasama antara akademisi, pemerintah, komunitas hingga pelaku usaha.

Yuk intip seperti apa sih Kampung Biru di Kidul Dalem ini!

Untuk menuju kampung yang berada tepat di bawah jembatan kali Brantas ini, kamu cuma perlu jalan kaki dikit dari Stasiun Malang. Sesampainya disana, kamu akan disambut ibu – ibu dari RT sekitar kemudian kamu diminta untuk membayar biaya retribusi sebesar Rp 3000. Sebagai tanda bahwa kamu sudah membayar, kamu akan menerima gantungan kunci berwarna biru lengkap dengan cap Kampung Biru Arema.suvenir kampung biru arema

Petualangan kamu dimulai! Kamu bisa menyusuri kampung biru ini sambil foto – fot0! Bedanya nih Vizitors, Kampung Biru Arema ini bisa dibilang lebih sepi daripada Kampung Tridi yang terletak tepat di seberang. Jadi, buat kamu yang suka eksplor tempat yang nggak terlalu ramai, Viziteam saranin kamu untuk kesini!

Nah biar lebih lengkap, kamu bisa membeli hasil kerajinan tangan dari limbah plastik warga setempat. Harganya murah banget Vizitors, sekitar Rp 3.000 – Rp 10.000 aja kok. Bentuknya pun bermacam – macam, ada lampion, gantungan kunci, tas, jepit rambut, baju, karpet, tirai, dll.

No Comments

Post A Comment