Marrakesh: Kota pink yang instagenik - Vizitrip Blog
1481
post-template-default,single,single-post,postid-1481,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-title-hidden,qode_grid_1300,footer_responsive_adv,qode-content-sidebar-responsive,qode-theme-ver-13.5,qode-theme-bridge,wpb-js-composer js-comp-ver-5.4.5,vc_responsive

Marrakesh: Kota pink yang instagenik

Masih soal Moroko, emang nggak ada habisnya nih negara yang instagenik ini! Kali ini, Viziteam ngajakain kalian ke Marrakesh, salah satu kota di Moroko yang instagenik banget! Yuk simak kompilasi aktivitas di Marrakesh ala Vizitrip!

  • Berburu barang antik di pasar tradisional Medina

Harus banget nih kamu menjelajahi pasar tradisionalnya Marrakesh. Kenapa? Karena disini tempatnya kamu bisa melihat & menikmati budaya Marrakesh itu sendiri. Banyak banget penjual yang menyediakan rempah – rempah yang warna – warni, pas banget untuk objek foto kamu. Tapi more than that, kamu juga bisa melihat bagaimana masyarakat setempat berinteraksi diantara indahnya arsitektur khas Marrakesh. Selain itu, kamu juga bisa belanja barang – barang antik, makanan, tas, topi rajut, kain hingga lampu – lampu vintage.

medina traditional market

  • Mencicipi kuliner khas Marrakesh di Jemaa el-Fna

Di bawah kaki Pegunungan Atlas di pusat kota, terdapat Djemaa el Fna, sebuah alun-alun kota kuno Medina. Uniknya, terdapat bazaar yang terletak tepat di tengah-tengah dinding kota yang lengkap dengan kios – kios kecil yang menjual makanan khas Maroko. Kios – kios makanan ini buka saat menjelang senja. Kamu bisa menikmati view saat chef mempersiapkan masakan, seperti asap yang mengepul dan bahkan kepala domba yang siap untuk diolah. Para pedagang ini juga menjual karpet, rempah-rempah, barang – barang logam dan pernak-pernik wisata.

Jemaa el-Fna

via cheria holiday

  • Mengagumi keindahan Istana Bahia

Jangan lewatkan keindahan arsitektur Marrakesh dengan mengunjungi istana Bahia! Bisa kamu lihat, ada nuansa biru dan putih di aula utama, taman penuh dengan tanaman hijau dan atap penuh dengan ukiran yang khas. Istana yang dalam bahasa Arab memiliki arti intellegence atau kepandaian ini dibangun pada tahun 1866 & 1867 oleh si Moussa. Terdapat 150 kamar yang memiliki dekorasi gaya Maroko yang elegan.

Bahia Palace

via spirited pursuit

Bahia Palace

via gonimyslonce

  • Mengagumi keindahan Ben Youssef Madrasah

Satu lagi keindahan arsitektur Marrakesh yang harus kamu nikmati. Nuansa warna krem lebih menonjol di tempat yang dulunya merupakan sekolah Islam di Afrika Utara ini. Di lantai bawah, terdapat banyak ruangan yang digunakan siswa. Di lantai atas, tepatnya di aula utama, kamu bisa melihat ukiran – ukiran inskripsi Arab di dinding. Dibangun sekitar tahun 1565 yang digunakan untuk sekolah hingga 1960, situs sejarah ini harus banget kamu kunjungi!

Ben Youssef Madrasa

via deere deviantart

  • Foto – foto di Marrakesh

Tentunya kita smeua setuju bahwa jalan di Marrakesh itu unik & colorful banget, kan?

streets in Marrakesh

via scepticalkarma

streets in Marrakesh

  • Menikmati indahnya taman surgawi Jardin Majorelle

Di tengah-tengah maraknya kota metropolitan Marrakesh, ada taman yang dipugar oleh Yves Saint Laurent. Lalu apa uniknya? Terdapat 300 spesies tanaman dengan berbagai warna disini. Selain itu, taman ini terkenal dengan warna biru & kuning porselennya nih Vizitors. Walaupun dipugar oleh Yves Saint Laurent, sir  Jacques Majorelle lah yang menciptakan surga kecil ini pada tahun 1923. This is the perfect garden ever!

Jardin Majorelle

via getyourguide

  • Sunset di Masjid Koutubia

Tempat sunset terindah? Tentunya ada di Masjid Koutoubia! Masjid terbesar di Marrakesh ini dibangun pada abad ke-12 oleh dinasti Almohad. Dengan ketinggian 70 meter, menara ini merupakan bangunan tertinggi. Warnanya pun khas Marrakesh, rose gold. Nah, nama koutoubia berasal dari kata Arab yang berarti penjual buku karena dulunya terdapat banyak penjual buku yang berdagang di gerbang.

Koutoubia mosque

via Blink – Travel Guide

Koutoubia Mosque at Sunset

via Marty Cohen Photography

Where to eat:

  • Makan malam di Le Jardin

Masih di Medina, keunikan Le Jardin terletak di penataan kafenya yang berada di luar ruangan, dikelilingi tumbuhan hijau. Biasanya ada live music juga nih Vizitors!

le jardin

via Kubilay Sakarya

  • Makan malam di Nomad

Nomad menyediakan produk lokal yang segar dan berbagai sajian dengan berpegang pada slogan “Modern Maroko”. Kamu bisa memilih rooftop atau 3 lantai lainnya, tetap dengan nuansa Moroko yang khas. Dari atas sini, kamu bisa melihat keindahan pegunungan Madina dan Atlas.

Nomad

via thenational.ae

Where to stay

  • Menginap di hotel setempat

Riad Star terletak tepat di tengah-tengah Madinah. Hotel ini memiliki kamar dengan dekorasi yang unik ala Moroko, lengkap dengan pemandangan kota yang ramai. Hotel yang hanya memiliki 13 kamar ini dibangun dengan kayu Cedar, lengkap dengan barang – barang antik. Cantik banget, kan? Uniknya lagi, hotel ini terhubung dengan Istana yang sekarang menjadi Museum Marrakech.

Riad Star

via booking.com

Le Riad Yasmine

Riad Yasmine adalah boutique hotel yang trendi & instagenik banget! Beberapa highlight disini adalah rooftopnya yang terkenal memiliki keindahan city view Marrakesh dan dekorasi interior & eksteriror yang bernuansa boho unik.

Le Riad Yasmine

via wanderlust us

Tags:
No Comments

Post A Comment