Aktivitas unik di 8 desa Tradisional di Lombok - Vizitrip Blog
554
post-template-default,single,single-post,postid-554,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-title-hidden,qode_grid_1300,footer_responsive_adv,qode-content-sidebar-responsive,qode-theme-ver-13.5,qode-theme-bridge,wpb-js-composer js-comp-ver-5.4.5,vc_responsive

Aktivitas unik di 8 desa Tradisional di Lombok

Yuk simak aktivitas unik di desa – desa tradisional Lombok! 

Berbeda dengan Bali yang telah menjadi primadona para wisatawan mancanegara maupun domestik, Lombok mulai dikenal secara perlahan – lahan. Tidak dapat dipungkiri bahwa Lombok memiliki pantai yang sangat indah. Namun, selain keindahan Gili yang tersohor, Lombok memiliki desa – desa tradisional yang seakan – akan dapat membawa kamu kembali ke masa lalu. Lombok juga terkenal dengan kerajinan tangan yang khas, seprti komoditi gerabah dan kain tenun yang tersohor hingga mancanegara. Dengan tetap mempertahankan tradisi turun temurun dari generasi ke generasi, masyarakat di desa ini melestarikan gaya hidup tradisional di tengah modernitas. Dengan mengunjungi desa – desa berikut ini, kamu dapat merasakan pengalaman berbeda, seperti berinteraksi dengan penduduk lokal, melihat proses pembuatan kerajinan lokal turun – temurun, hingga mempelajari kearifan lokal yang tercermin pada gaya hidup penduduk lokal.

 Segenter Watu Telu

Desa Segenter Watu Telu yang terletak di kecamatan Bayan, Lombok utara ini menyajikan keunikan arsitektur bangunan & gaya hidup tradisional yang masih dipertahankan hingga sekarang. Untuk menuju desa di kaki gunung Rinjani yang juga disebut sebagai desa Bayan ini, kamu membutuhkan waktu 3 jam dari Mataram.

Suku Sasak yang tinggal di desa ini membangun rumah yang berbentuk persegi panjang dan berasal dari anyaman bambu dengan atap ilalang yang tumbuh di lereng Rinjani. Atap ini pun hanya diganti dalam 12 – 13 sekali. Pagarnya pun batu yang berjajar rapih mengelilingi rumah. Untuk membuat tanah tetap licin, penduduk mengoleskan kotoran sapi, lho. Uniknya, setiap generasi biasanya membangun rumah yang berdekatan satu sama lain. Rumah yang saling berhadapan ini dipisahkan oleh Berugak atau gazebo sebagai tempat bercengkerama, upacara adat dan juga berfungsi sebagai ruang tamu.

Segenter Watu telu

BLOG BUTTON 2

Sembalun Lawang & Sembalun Bumbung 

Daerah Sembalun adalah lembah yang dikelilingi oleh bukit yang dibagi menjadi dua desa yaitu desa Sembalun Lawang dan Sembalun Bumbung. Tanah yang subur ini ditanami berbagai tanaman seperti padi, bawang, buah dan berbagai jenis sayuran. Sembalun Lawang sendiri berada di ketinggian 1.156 mdpl. Dari viewpoint, kamu bisa melihat keindahan petak – petak sawah dan ladang pertanian yang warna – warni di kaki gunung. Untuk menuju desa ini, kamu membutuhkan 4 jam dari Mataram.

Sembalun Lawang

BLOG BUTTON 2 Pringgasela

Terletak di kaki gunung Rinjani dan dikelilingi oleh sawah, desa Pringgasela tentunya memiliki udara yang segar. Industri kain tenun Lombok tentunya sudah tidak asing lagi di telinga Vizitors, kan? Selain desa Sade, desa Pringgasela juga memproduksi kain sesek atau kain tenun. Ciri khas kain tenun desa ini terletak pada bahan – bahan alami yang digunakan saat membuat kain, seperti kayu secang dan dedaunan. Alat yang digunakan pun masih sederhana, dibuat dalam kurun waktu rata – rata seminggu oleh sang penenun. Sesampainya disana, kamu akan melihat wanita yang menenun di teras rumah dan beberapa artshops yang menjual kain tenun. Hampir seluruh wanita menenun kain yang memang digunakan tidak hanya untuk suvenir namun juga untuk digunakan sehari – hari.

Pringgasela

BLOG BUTTON 2

Masbagik 

Kebanyakan masyarakat yang tinggal di desa Masbagik menekuni profesi sebagai pengarajin gerabah. Kerajinan tangan yang telah diturunkan ke berbagai generasi ini memiliki keunikan yang terletak pada motif geometris dari kerang laut. Proses pembuatan tanah liat ini berawal dari dijemurnya tanah liat, lalu disring kemudian ditiriskan dan dicampur dengan daun kemudian dibentuk menjadi tembikar dengan berbagai macam motif.

Masbagik

BLOG BUTTON 2

Sasak Sukarara Sade & Banyumulek 

Jika kita berbicara tentang Lombok, kita perlu membicarakan budaya dan kerajinan tradisionalnya. Selain desa Pringgasela, desa Sukarara juga merupakan desa industri kain tenun Lombok. Terletak 25 kilometer dari Mataram, kamu dapat menyaksikan gaya hidup suku sasak yang tercermin pada arsitektur bangunan, pakaian hingga proses menenun kain. Terdapat rumah – rumah yang dibangun menggunakan bahan alami seperti anyaman bambu, kotoran kerbau dan buluh kering. Selain membersihkan lantai, penduduk setempat percaya bahwa kotoran kerbau bisa mengusir serangga dan melawan serangan magis yang ditujukan pada orang-orang di rumah tersebut.

Setiap wanita di desa diwajibkan untuk menenun sejak usia yang sangat muda, lho Vizitors. Tradisi yang telah diwarisi oleh nenek moyang ini membuat mereka mampu menghasilkan kain tenun berkualitas tinggi atau juga disebut Songket. Uniknya, wanita yang tidak bisa menenun, tidak dijinkan untuk menikah. I aharus menenun bagi mertuanya, suami dan dirinya sendiri untuk dikenakan saat hari pernikahan. Sedangkan desa Banyumulek merupakan desa pengrajin industri gerabah yang juga merupakan industri turun temurun.

Sasak Sukarara Sade Sasak Sukarara Sade

BLOG BUTTON 2

Senaru 

Jika kamu mendaki taman Nasional gunung Rinjani, tentunya kamu akan melewati desa ini. Sebagai pintu masuk gunung yang dipercaya sebagai tempat bersemayamnya para dewa, desa Senaru memiliki keindahan desa yang asri dan masih alami di ketinggian 700 mdpl. Untuk menuju desa ini, kamu membutuhkan waktu sekitar 2 jam dari Mataram. Kamu dapat melihat bagaimana tradisi yang masih dipertahankan hingga saat ini dari rumah yang memiliki atap rumbia dan dinding dari bambu. Seperti rumah adat Lombok lainnya, setiap rumah memiliki gazebo atau beruga. Tidak ada sentuhan modern, selain motor yang digunakan sebagai alat transportasi.

Beberapa obyek wisata di desa ini adalah air terjun Sendang dan masjid berusia 300 tahun yang masih dilestarikan dan dirawat oleh penduduk setempat.

Masjid Senaru Air terjun Sendang

BLOG BUTTON 2

Batusela 

Desa ini tersohor dengan kerajinan cuklinya, lho Vizitors. Cukli adalah cangkang kerang mutiara yang diolah menjadi hiasan. Kerajinan kayu yang terbuat dari kayu mahoni atau jati Sumbawa & Bima ini kemudian diolah menjadi kursi, meja, hiasan dinding, asbak dan masih banyak lainnya.

Cukli Batusela

BLOG BUTTON 2

Kota Raja 

Desa Loyok yang terletak di Kabupaten Lombok Timur ini terkenal dengan kerajinan khasnya yaitu kerajinan rotan, kayu dan bambu. Dari Mataram, kamu hanya membutuhkan waktu 1 jam lho. Rotan dan bambu kemudian diolah menjadi berbagai macam seperti tas, kursi, tatakan gelas & piring.

Rotan Kota Raja

BLOG BUTTON 2

Kamu tertarik untuk merasakan pengalaman berbeda di Lombok? Lihat koleksi aktivitas lainnya yang tak kalah menarik disini !

Tags:
No Comments

Post A Comment