Tips Menemukan Makanan Halal di Jepang - Vizitrip Blog
2594
post-template-default,single,single-post,postid-2594,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-title-hidden,qode_grid_1300,footer_responsive_adv,qode-content-sidebar-responsive,qode-theme-ver-13.5,qode-theme-bridge,wpb-js-composer js-comp-ver-5.4.5,vc_responsive

Tips Menemukan Makanan Halal di Jepang

Mencari makanan halal di negara yang mayoritasnya adalah non-muslim pasti sulit, sementara bagi Vizitors yang beragama Islam harus teliti dalam membeli makanan, jangan sampai makanan yang kita makan ternyata tidak halal. Eits, tapi jangan keburu ciut gitu, Vizitors! Meskipun sulit untuk nemuin makanan halal di Jepang, bukan berarti nggak mungkin, kan? Mau tau gimana caranya nemuin makanan halal di Jepang? Kali ini Viziteam mau bagi-bagi tipsnya nih! Yuk simak apa aja tipsnya supaya Vizitors tetap bisa makan makanan halal di Jepang!

  • Pastiin ada label Halal di produk makanan atau minuman yang kamu beli

Logo atau label Halal itu penting banget Vizitors. Nah kamu bisa temuin produk-produk yang berlabel halal pada beberapa toko, yaitu:

  1. Toko Indonesia
  2. Ninomiya Food
  3. Halal Bakery Liaison yang terletak di Minato-ku, Tokyo
  4. Halal Corner di LAOX, Akihabara
  5. Supermarket Gyomu

  • Saat berada di restoran ramen atau udon, tanyakan ke penjualnya apakah kuah kaldunya memakai bahan halal atau nggak

Nggak enak banget kalau kita jalan-jalan ke suatu negara tapi nggak makan makanan khasnya, kan, Vizitors? Apalagi kalau kamu suka banget makan ramen dan udon dan tertarik untuk nyobain rasa ‘asli’-nya. Sayangnya kebanyakan kedai ramen dan udon memakai kuah ataupun bahan yang nggak halal. Untuk menyiasati hal ini, kamu bisa tanya terlebih dahulu sebelum memesan, bahan dan kaldu apakah yang digunakan untuk kuahnya. Kamu juga bisa request untuk tidak menggunakan bahan yang haram, kok, Vizitors.

  • Kenali komposisi makanan

Ada kalanya penting untuk cari tahu dan kenali beberapa komposisi makanan dalam bahasa lokal sebuah negara. Hal ini tentu aja perlu agar kamu nggak kecolongan. Beberapa kanji atau hiragana atau katakana yang biasanya ditemukan dalam produk non-halal adalah:

  1. 豚肉 / ぶたにく(butaniku) atau ポーク (pooku) yang berarti babi;
  2. 酒 (sake) yaitu alkohol khas Jepang;
  3. みりん (mirin) yaitu alkohol khusus masakan;
  4. 鶏 (tori/niwatori) yang berarti daging ayam. Biasanya ayamnya nggak halal, kecuali ada logo halal di kemasannya;
  5. 牛 (gyuu/ushi) yang berarti daging sapi. Sama seperti ayam, biasanya daging sapinya nggak halal, kecuali ada logo halal di kemasannya;
  6. ラード (raado/lard) yang berarti lemak babi;
  7. ゼラチン (zerachin/gelatin) yaitu gelatin. Biasanya, gelatin di Jepang dibuat dari lemak babi;
  8. ショートニング (shootoningu/shortening) biasanya dibuat dari babi atau hewan lain;
  9. 乳化材 (nyuukazai) yang berarti emulsifier. Ini nggak berlaku kalau emulsifiernya dibuat dari kedelai 大豆由来 (daizu yurai) atau 植物由来 (dibuat dari tumbuhan)
  10. リカー (rikaa) yang berarti liquor;
  11. ワイン (wain) yang berarti wine (anggur yang telah difermentasikan); dan
  12. ビール (biiru) yang berarti bir.

Sumber: food diversity.today

Banyak sekali ya, Vizitors! Tapi kamu harus ingat semua itu agar kamu bisa membedakan mana makanan yang halal dan mana yang tidak ya!

  • Sempatkan mampir ke masjid yang ada di sana dan tanyakan lokasi restoran halal

Kalau kamu sudah stuck dalam mencari makanan yang benar-benar halal, kamu bisa coba berkunjung ke masjid yang ada di sekitarmu dan bertanya rekomendasi dan lokasi restoran halal pada warga yang berada di sana. Namun jika kamu tidak bisa menemukan masjid, kamu bisa bertanya kepada petugas hotel untuk restoran halal yang ada di sekitarmu.

  • Pergi ke restoran Timur Tengah atau Melayu

Sudah coba cari restoran Jepang halal dan tetap nggak ketemu? Mungkin alternatif yang bisa kamu coba adalah pergi ke restoran Timur Tengah. Ada juga restoran Malaysia atau Pakistan yang bisa kamu jajal, lho.

Nah itu tadi tips untuk menemukan makanan halal di Jepang. Jangan khawatir lagi masalah makanan, ya, Vizitors, apalagi sampai nggak makan makanan khas Jepang. Karena sesungguhnya wisata itu baru bisa disebut wisata kalau kita makan makanan khas daerah yang kita kunjungi! Sampai jumpa lagi Vizitors di artikel selanjutnya!

Tags:
No Comments

Post A Comment