Travel Trend 2018: Aktivitas Super Seru Di Flores & Pulau Rinca - Vizitrip Blog
761
post-template-default,single,single-post,postid-761,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-title-hidden,qode_grid_1300,footer_responsive_adv,qode-content-sidebar-responsive,qode-theme-ver-13.5,qode-theme-bridge,wpb-js-composer js-comp-ver-5.4.5,vc_responsive
Gili Lawa di Pulau Rinca

Travel Trend 2018: Aktivitas Super Seru Di Flores & Pulau Rinca

Pulau Rinca Bintan

Apakah Vizitors sudah memiliki travel bucket list tahun ini? Salah satu destinasi favorit di tahun kemarin adalah Flores & Pulau Rinca yang diprediksi masih akan menjadi favorit di tahun 2018. Bahkan, jika kamu mencari tagar Flores di Instagram, kamu akan menemukan banyak unggahan yang menunjukkan indahnya alam Flores. Nah, Viziteam punya kompilasi aktivitas super seru di Flores & Pulau Rinca! 

Menyaksikan sunrise di danau tiga warna, Kelimutu

Tentunya kamu sudah sering melihat indahnya danau Kelimutu yang bersliweran di timeline Instagram kamu, kan? Danau yang memiliki tiga warna ini berada di  puncak kawah pada ketinggian 1690m. Tiga danau yang dipisahkan oleh dinding kawah ini dapat berubah – ubah warnanya, seperti biru, hijau, merah hingga hitam. Konon, legenda setempat mengatakan bahwa danau Kelimutu merupakan tempat peristirahatan bagi jiwa-jiwa yang telah meninggal.

Sunrise danau Kelimutu

Menikmati keindahan pantai tersembunyi yang penuh dengan batu biru

Salah satu pantai yang berada di Ende adalah pantai Batu Biru yang juga disebut sebagai pantai Penggajawa. Kamu hanya membutuhkan waktu 30 menit dari kota Ende lho. Uniknya, terdapat batu – batu berwarna biru dengan beragam bentuk yang tersebar di seluruh pantai. Walaupun begitu, warnanya pun juga bervariasi  seperti cokelat, kuning, abu-abu, dan putih. Batu – batu ini kemudian dijual oleh penduduk setempat. Nah, di pantai ini masih belum terdapat fasilitas wisata dan kios makanan, benar – benar tersembunyi!

pantai batu biru flores

Kembali ke masa lalu: desa megalitikum suku Bajawa

Kota Bajawa ini dikelilingi oleh pegunungan tersembunyi dibalik hutan, di kabupaten Ngada yang menjadi pusat kebudayaaan suku Ngada. Kota kecil Bajawa ini merupakan ibu kota distrik Ngada, terletak di tengah dataran tinggi Florina. Masyarakat Ngada masih mempertahankan budaya kuno. Desa yang terletak di ketinggian 1500 mdpl ini juga memiliki udara yang segar, sehingga cocok untuk kegiatan mendaki gunung berapi. Walaupun kamu harus menempuh perjalanan selama 10 jam dari Labuan Bajo, di perjalanan menuju kesana, kamu akan disuguhi dengan pemandangan alam yang menakjubkan. Desa yang terletak di kaki Gunung Inerie ini masih menjaga tradisi turun – temurun dan diklaim sebagai jantung kebudayaan spiritual di Flores. Uniknya, kamu seolah – olah akan kembali ke era megaitikum karena banyaknya totem, batu menhir dan bebatuan megalitikum yang besar.

rumah adat desa Bajawa Flores

Menyaksikan senja di surga Asia, Labuan Bajo

Tentunya kamu sudah pernah mendengar Labuan Bajo, bukan? Beberapa spot yang paling sering tampil di tagar #labuanbajo adalah Pulau Padar dengan pemandangan bawah tebing yang menampilkan birunya samudra. Selain keindahan pulau – pulau kecil diantaranya, kota nelayan ini juga memiliki hutan dan gunung yang tak kalah indahnya. Terdapat beberapa aktivitas yang dapat kamu lakukan di surga Asia ini, diantaranya adalah menyaksikan senja di Amelia Sea View, sebuah bukit dengan padang rumput hijau yang menghadap ke teluk di seberang Labuan Bajo. Kamu juga harus banget snorkelling bersama ikan Manta, bermain di pantai pasir merah muda, hingga mempelajari gaya hidup lokal di desa Ende & Maumere.

pesisir labuan bajo

Menjelajah Pulau Rinca yang instagenik

Alam Flores menawarkan keindahan wildlife ratusan tahun lalu. Kondisi alam Flores mewajibkan kita untuk menjelajah pulau yang dihuni oleh binatang liar seperti komodo, kerbau, kera, rusa hingga babi ini. Untuk menuju Pulau Rinca, kamu membutuhkan waktu 2 ½ jam berlayar dari pulau Komodo. Uniknya, jumlah komodo yang ada di pulau Rinca ini lebih banyak dari pulau Komodo. Indahnya padang rumput dengan pepohonan yang cukup jarang tentunya sangat menarik. Hujan pun jarang turun, sehingga daerah ini bisa dibilang kering. Walaupun begitu, kombinasi birunya air laut,  savana berwarna kecoklatan dan banyaknya kuda liar yang merumput merupakan pemandangan yang instagenik!

Gili Lawa di Pulau Rinca

Pink Beach Flores

Tags:
No Comments

Post A Comment